Selasa, 27 Januari 2015

Leo & Bunga Bagian 1

Selamat pagi siang sore dan malam.
Kali ini gue mau cerita terserah lo mau bilang fiktif apa nyata tapi nama dan tempat gue samarkan. Jadi maap kalo ada yg kesinggung, karena emang sengaja gue singgung.

Suatu hari ada seorang cowok sebut aja dia Leo dan seorang cewek sebut saja dia Bunga. Kebetulan mereka punya tempat kerja yang sama dan gak tau disengaja apa kebetulan juga mereka ada didalam satu proyek yang sama. Awalnya mereka berdua gak kenal satu sama lain. Tapi karena mereka kerja di proyek yang sama akhirnya mereka kenal dan Leo membuka sebuah percakapan lewat media sosial. Semenjak itu mereka saling bertukar sapa lewat personal message. Ternyata respon Bunga welcome kayak keset. Mereka juga nyambung walaupun obrolannya emang gak penting. Dan entah karena sering bersama dalam proyek tersebut akhirnya salah satu dari mereka ada yang tertarik. Leo yang emang dari awal hanya bercanda dengan melontarkan gombalan-gombalannya pada akhirnya Bunga merasa ada yang aneh dari Leo. Antara modus dan kode pikirnya.

Melihat ada yang aneh dari Leo terus Bunga nanya "lo suka ya sama gue?". Dengan entengnya Bunga ngomong gitu. "semua juga suka kali sama lo" Leo ngeles. Kalah Chris John. Gak tau emang Bunga yang terlalu peka apa Leo yang terlalu penakut akhirnya Bunga kasih tau perasaannya. Leo awalnya gak mau denger karena dia udah hafal banget kemana arah pembicaraan menjijikan itu. Tapi yang ditakutin Leo gak terjadi. Abis Bunga bilang apa yang mau dia bilang didalem pikirannya Leo ngerasa kalo dia lagi dejavu. Soalnya kejadian barusan persis sama kayak kejadian 3 tahun lalu. Setelah Leo tau, dia bingung antara seneng apa bahagia. Soalnya seneng sama bahagia itu sama. Gak ada bedanya. Mereka bilang bakal liat dulu kedepannya gimana karena ada alasan khusus. Dan Leo juga tau alasan khusus itu.

ada sambungannya.

catatan: sumpah bukan cerita ftv cuma fiktif belaka terserah percaya apa gak yg penting bohong itu dosa.

Rabu, 05 November 2014

Ke-sempat-an

Selamat pagi, siang, sore atau malam.

Ada yang bilang, kesempatan itu gak akan pernah datang dua kali. Sekali kamu mendapatkan kesempatan itu, gunakanlah tanpa perlu banyak berpikir. Karena kesempatan yang sama takkan pernah datang dua kali. Karena waktu takkan sebodoh itu untuk mengulangi. Jangan biarkan bayangan dari keragu-raguan menghantuimu. Kamu adalah hantu bagi dirimu sendiri dan cahaya bagi bayanganmu. Seperti lentera diujung dermaga dan sinar diatas mercusuar.

Dibalik suatu kesempatan pasti ada keragu-raguan. Keragu-raguan adalah musuh terbesar. Seperti siap menikammu dari belakang. Dan bagai pisau bermata dua, keragu-raguan akan datang dan menghempaskanmu dari kesempatan. Dia akan menunggu sampai ada celah diantara pilihanmu. Kemudian datang dan menghancurkan kesempatan yang ada. Buatlah keputusan yang bijak dan jangan memikirkan apa yang akan terjadi. Yang akan terjadi maka terjadilah. 


catatan: 
sebenernya pengen nulis tentang dia tapi percuma sih dia juga gak bakal baca.

Kamis, 14 Agustus 2014

Hai

Hai. Satu kata, tiga huruf yg selalu diucapkan seseorang ketika bertemu dengan orang yg dikenalnya atau orang asing. Kata sederhana ini bisa jadi adalah gambaran pintu gerbang dari adanya suatu hubungan atau perpisahan. Bisa menjadi suatu awal dari rasa cinta atau benci. Karena hai adalah suatu awal maka bye adalah suatu akhir. Bye adalah gambaran pintu keluar. Hai dan bye tidak bisa bersatu. Mereka bagai air dan minyak, es dan api, matahari dan bulan serta aku dan kamu. Dimana ada hai kemungkinan akan ada bye. Dan dimana ada bye kemungkinan juga akan ada hai baru. Hai dan bye adalah antonim. Berbeda tapi memiliki satu makna. Jgn takut untuk hai pada orang asing karena kemungkinan akan ada bye. Sama halnya dengan jgn takut untuk terbang karena kemungkinan akan jatuh ke bawah. Bye.


Catatan:
To the girl that text first. You da real MVP.

Jumat, 25 Juli 2014

Strong and Independent Woman

Hari ini gue gak mau terlalu serius di tulisan gue ini, soalnya bukan tentang hidup atau tentang bagaimana caranya bersyukur tapi lebih menjurus ke (agak males juga nulisnya) cinta. Bukan tentang perjalanan cinta gue (sedikit sih) tapi lebih ke pengalaman cinta. Udah lama banget gue gak bahas masalah ini sih. Sebenernya lebih ke gengsi makanya gue gak pernah nulis tentang begini. Ada aja temen gue yang baca kalo soal yang begini ini. Terus ngecengin dikomentar. Ada.

Cukup kali ya intermezzo-nya. Jadi gini, sesuai dengan judul gue, yang artinya kurang lebih wanita yang kuat dan mandiri. Definisi kuat disini bukan kuat dalam artian fisik yang sekuat Ade Rai. Bukan, serem banget kalo ada cewek sekuat itu. Tapi kuat yang bukan kuat begitu. Dan mandiri juga bukan makan sendiri tapi mandiri bahwa dia bisa melakukan apa aja sendiri. Dia wanita ketiga yang gue bilang begitu. Yang pertama sama yang kedua lo cari tau aja sendiri, kepo banget. Sebenernya kalo ketemu atau di sosial media gue gak pernah bilang kalo dia itu strong and independent. Gak pernah, malah sebaliknya. Dia yang bilang gitu. Malahan kalo di chat atau di sosial media gue selalu bikin emosi dia. Eh, nanti dia baca terus kepede-an lagi. Bukan lo, bukan.

Balik lagi, kenapa gue bilang dia begitu, karena menurut gue dia emang begitu. Dari matanya juga udah keliatan kalo dia kuat dan mandiri (sotoy bgt gue). Walaupun badannya kecil dan pendek. Tapi emang rata-rata cewek itu kecil dan pendek sih. Bukan pengen bandingin tapi emang kenyataannya begitu. Agak bodoh juga gue nulis tentang dia disini. Pasti udah ngerasa banget kalo udah baca sampai sini. Terus chat gue, terus bilang kalo tulisan ini buat dia bukan, terus maksa-maksa gak jelas buat akuin, terus senyum-senyum sendiri deh. Yah kalo dia baca. 

Sebenernya ini bukan termasuk dalam kategori pengalaman cinta gue tapi lebih mengarah ke iseng-iseng doang gue nulis ini. Terus dimana cintanya? Gak ada, emang dari awal gue males nulis tentang begituan.


Kamis, 10 Juli 2014

Intro-vert.

Selamat pagi, siang, sore atau malam.

Tanpa mengurangi rasa hormat, hari ini saya akan mulai menulis sesuatu di blog ini. Bukan curahan hati atau keluhan tapi lebih kepada sebuah pengalaman.
Hidup itu bagaikan roda. Berputar dan terus berputar. Tidak ada seorang pun yang bisa menebak apa yang akan terjadi di hari esok. Oleh karena itu manusia selalu sibuk menyiapkan segala sesuatu demi untuk melewatinya.

Apa yang terjadi dengan hidup apabila seorang manusia terus melakukan aktivitas yang sama setiap harinya? Apakah itu pantas disebut dengan hidup? Apakah itu pantas disebut dengan "menikmati dunia"? Sadarlah, bahwa dunia itu luas. Setiap manusia pantas untuk memilih hidupnya masing-masing. Hidup itu hanya sekali, kawan. Keluar dan nikmati dunia. Walapun akhirnya dunia hanya akan melahap kamu. Tapi setidaknya kamu telah berusaha. Tidak ada usaha yang sia-sia.

Itu dia, usaha. Tidak ada usaha yang sia-sia. Menurut saya semua usaha pasti ada hasilnya, setidaknya didalam berusaha itu kamu menemukan sebuah proses dari kamu mendapatkan sesuatu. Dan yang terpenting dari itu semua adalah bukan karena hasil akhirnya tapi adalah proses dari kamu mencapainya. Karena tanpa proses tidak akan ada hasil akhir. Dan selalu berpikir positif untuk mendapatkan sesuatu. Karena dengan berpikir positif kamu tidak akan terlalu terbebani oleh resiko untuk gagal. 

Memang lebih mudah diucapkan daripada melakukan. Ada seorang teman yang berbicara seperti itu kepada saya. Seperti sebuah tusukan yang berbentuk sindiran. Karena mungkin selama ini dia menyimpulkan bahwa semua perkataan saya hanya berakhir menjadi sebuah perkataan bukan hasil yang nyata. Dari situ saya berusaha instrospeksi diri. Setidaknya perkataan teman saya itu memang ada benarnya. Saya tidak lebih dari manusia yang bermulut besar, yang hanya berbicara tanpa berbuat, dan yang lebih banyak menjilat ludah sendiri daripada mencapai suatu tujuan. Dan mereka pasti lebih mengenal saya daripada saya mengenal diri saya sendiri.

Tapi disisi lain saya meng-kategorikan diri saya sebagai introvert. Suatu sifat dimana manusia lebih tertutup kepada manusia lainnya. Dan merasa asing ketika tiba-tiba berbicara didepan publik. Introvert lebih untuk berpikir lebih dahulu sebelum bertindak. Mereka bersimulasi didalam otaknya untuk memprediksi resiko apa yang akan terjadi kedepannya. Tetapi terlalu lama berpikir juga tidak baik. Mungkin orang lain yang sudah mengerti saya sejak lama memahami apa yang sudah saya tuliskan ini. Mungkin juga tidak. Rata-rata orang hebat itu adalah introvert, apabila diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu orang tersebut tidak akan mengecewakan. Dan terus berpegang teguh pada apa yang ada dipundaknya. Karena dia tahu bahwa dia tidak hanya membawa satu kepercayaan.
Sekian dan terima kasih.

Jumat, 29 November 2013

Syukur

Salam sejahtera.

Selamat pagi, siang, sore atau malam. 
Penyesalan. Satu kata, sepuluh huruf, diawali dengan p dan diakhiri dengan n. Berasal dari kata sesal. Kata penyesalan sangat mempengaruhi kehidupan manusia bukan cuma gue doang. Tidak ada manusia yang tidak hidup dengan penyesalan. Penyesalan berawal ketika manusia tersebut salah dalam mengambil sebuah keputusan, dan dari kesalahan ini penyesalan pun tercipta. Ada yang berhasil keluar dari penyesalan dan ada pula yang hidup karenanya. 

Hidup dalam penyesalan bagaikan hidup dalam lingkaran setan, didalam pikirannya dia akan terus menerus mengulang penyesalan yang dia lakukan tanpa mampu berusaha untuk mengatasinya. Orang yang terlalu lama menyesal adalah orang yang tidak biasa bersyukur. Bersyukurlah karena dengan begitu penyesalan akan semakin lama semakin memudar. Bersyukur karena telah diberi cobaan, karena dengan begitu manusia akan semakin kuat untuk menanggung cobaan yang akan datang. Tuhan memberikan cobaan agar kita selalu bisa bersyukur didalam keadaan apapun. 

Manusia biasa mungkin hanya bersyukur ketika sukacita datang padanya namun hanya manusia luar biasa yang bisa bersyukur walau dalam keadaan duka sekalipun. Memang sesulit apa yang dibayangkan tetapi jangan takut untuk berusaha karena Tuhan akan menopang pundak yang lemah dan lutut yang goyah. Tuhan tidak akan meninggalkan anak-Nya berjalan sendirian didalam gelap, karena cahaya wajah-Nya akan menerangi dia yang kegelapan. Karena Tuhan adalah Lentera Kehidupan.

catatan: bersyukurlah senantiasa, karena bersyukur adalah nyanyian terindah di surga

Kamis, 03 Oktober 2013

Pendakian Pertama

Pendakian pertama Gunung Slamet.

Tepat hari jumat minggu pertama dimulai perkuliahan teman-teman satu kelas berangkat menuju Purbalingga, setelah tengah hari. Hari itu semua tampak bersemangat. Ketika semua barang sudah dipersiapkan sekitar jam 14.00 semua bergegas pergi menuju Purbalingga menggunakan sepeda motor. Setelah sekitar 2 jam perjalanan, tibalah di basecamp Bambangan. Setelah melakukan registrasi kepada petugas, sekitar jam 16.00 semua mempersiapkan diri untuk pendakian. Tak lupa memanjatkan doa kepada sang Maha Kuasa agar semua selamat sampai ke puncak dan kembali lagi dengan selamat pula. Setelah berdoa dan melakukan beberapa sesi foto, pendakian pun dimulai.

Medan dari basecamp menuju pos 1 sebenarnya terhitung biasa saja (untuk para pendaki) tetapi tidak kepada orang yang baru pertama kali melakukan pendakian. Jalan menanjak diapit oleh ladang para petani. Ladang yang berupa tomat, cabai merah, daun bawang, kol dan lain sebagainya. Belum setengah perjalanan, kami berhenti akibat capai karena belum terbiasa, dalam arti belum terbiasa dengan jalan kaki yang menanjak serta membawa tas carrier untuk persediaan logistik diatas. Setelah merasa cukup istirahat, perjalanan pun dilanjutkan kembali. Kali ini tanahnya agak berpasir sehingga membuat medan menjadi licin.

Setelah sekitar 2 jam berjalan, kurang lebih jam 18.00 sampai di pos 1. Perjalanan pun dihentikan untuk sementara, ada yang solat ada pula yang melemaskan otot untuk perjalanan berikutnya. Setelah istirahat selesai matahari sudah tidak menampakkan cahayanya lagi, oleh karena itu sangat diperlukan penambahan alat berupa senter. Setelah semua persiapan sudah siap, sekitar pukul 19.00 perjalanan dilanjutkan menuju pos 2. Setelah melewati pos 1 medan yang dihadapi samar-samar terlihat akibat kegelapan malam. Yang terlihat hanya pandangan lurus kedepan. Sekeliling nampak hutan yang lebat dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Sebenarnya aura mistis sudah menghinggapi semua orang. Semuanya tak lupa untuk memanjatkan doa supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa kali perjalanan berhenti karena ada beberapa orang yang merasa capai. Setelah berjalan kurang lebih sekitar 1 jam sampai lah di pos 2. Ada beberapa orang yang camp di pos 2 karena mungkin sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.00 oleh karena itu perjalanan dilanjutkan demi untuk mempersingkat waktu. Target awal adalah kita melakukan camp di pos 5 tetapi karena berjalan santai dan terlalu banyak istirahat oleh karena itu diputuskan untuk malam itu kita melakukan camp di pos 3. Waktu menunjukkan pukul 21.00 dan tibalah di pos 3, semuanya pun bergegas mengeluarkan berbagai macam peralatan untuk camp dan makan malam. Setelah tenda terpasang dan semuanya telah makan maka diputuskan untuk segera beristirahat untuk memulihkan tenaga. Esok paginya ternyata tidak sedikit orang yang tidak bisa tidur karena dingin, tetapi setidaknya kita sudah beristirahat cukup. Semuanya bangun pukul 06.00 ketika itu udara dingin menusuk ke tulang. Oleh karena itu kita pun segera membuat sarapan supaya tidak ada yang sakit nantinya. Setelah sarapan dan merapikan tenda jam 09.00 kita semua melanjutkan perjalanan kembali. Belum 5 menit berjalan kita semua berhenti karena ada yang capai. Demi mempersingkat waktu kita tak lagi berjalan santai. Tetapi apabila ada yang capai harus memberitahu kepada sweeper di belakang.

Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 memakan waktu setengah jam perjalanan normal dan 1 jam perjalanan santai. Sekitar pukul 10.00 kita semua sampai di pos 4. Di pos yang bernama Samarantu ini terkenal angker. Banyak yang bilang untuk jangan melakukan camp di pos ini. Setelah beristirahat cukup rombongan kembali melanjutkan perjalanan, kali ini untuk mencapai pos 5 trek mulai menanjak. Perjalanan dipercepat demi mempersingkat waktu. Sekitar pukul 12.00 rombongan tiba di pos 5. Di pos ini terdapat mata air oleh karena itu kami pun segera mengisi botol kosong yang kami bawa untuk diisi dengan air di pos ini. Walaupun airnya bercampur dengan belerang tetapi tidak menyurutkan niat kami untuk mengisi botol yang kosong. Setelah mengisi air kami pun segera berangkat menuju pos 6. Perjalanan menuju pos 6 berpasir dan menanjak. Oleh karena itu kami pun harus memberi jarak satu sama lain. Karena pasir bisa saja masuk ke mata atau pun hidung.

Perjalanan memakan waktu satu jam untuk menuju pos 6. Setelah istirahat cukup dan berfoto-foto kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Banyak yang berhenti karena capai atau pun kram. Tapi tidak menurunkan semangat kami untuk tetap melanjutkan perjalanan. Dari pos 6 ke pos 7 trek mulai menanjak tidak karuan. Jalannya berpasir dan licin. Tetapi semangat kami tidak luntur, demi untuk mencapai puncak tertinggi di Jawa Tengah.

Setelah perjuangan yang cukup berat dan kaki yang sudah tidak sanggup lagi menahan beban, tibalah kami di pos 7. Di pos ini nantinya kita akan melakukan camp yang kemudian dilanjutkan pendakian ke puncak. Jarum jam menunjukkan pukul 14.00 kami pun mengeluarkan kembali tenda dan peralatan logistik. Setelah tenda terpasang dan makanan sudah matang, kami pun makan siang. Rombongan beristirahat di pos 7 ini, ada yang mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, ada yang sekedar berfoto dan ada yang tidur. Di pos 7 ini terlihat jelas lautan awan membentang di depan. Menjelang sore horison dari puncak Slamet terlihat. Sungguh indah keagungan-Mu Tuhan.

Di sore hari udara semakin menusuk tulang, oleh karena itu banyak yang memakai pakaian double demi untuk menghangatkan tubuh. Atau pun sekedar duduk di dekat api unggun supaya udara menjadi hangat, tetapi kalau sudah tidak dekat dengan api unggun, udara kembali menusuk tulang. Hari berganti malam, kami pun segera membuat makan malam supaya nantinya ketika melakukan pendakian ke puncak kondisi tubuh kami prima. Setelah makan kami pun beristirahat.

Pukul 04.00 kami pun segera bangun. Udara di pos 7 ini luar biasa dingin. Bukan hanya menusuk tulang tetapi sudah menusuk ke jantung, paru-paru, hati dan organ dalam lainnya. Baru pertama kali kami merasakan udara yang sangat dingin. Seperti di pos 3 memang wajar apabila banyak yang tidak bisa tidur karena udara yang luar biasa dingin. Terlebih lagi karena udara di pos 7 lebih ekstrim dibanding pos 3. Kami pun mencoba mengalihkan udara dingin tersebut. Demi untuk mencapai puncak Slamet. Setelah melakukan persiapan kami pun tidak lupa untuk berdoa kepada yang Maha Kuasa agar kami semua bisa mencapai puncak dengan selamat.

Perjalanan pun dimulai, kali ini kami tidak membawa carrier. Carrier kami tinggalkan di pos 7. Setelah berjalan sekitar setengah jam disinilah pendakian yang sesungguhnya dimulai. Kami dihadapkan dengan trek yang luar biasa curam dengan bebatuan vulkanik. Tentu semangat kami tidak pudar, perlahan namun pasti kami mendaki walau dengan terlungkup sekali pun. Belum ada setengah perjalanan kami berhenti karena ada beberapa orang yang tertinggal di belakang. Setelah semua orang sudah lengkap perjalanan dilanjutkan. Dan juga supaya kita tidak lama diam, karena apabila kita semakin lama diam maka udara dingin akan dengan cepat menusuk tulang.

Perjalanan yang bagai tidak ada habisnya kami tempuh dengan semangat dan motivasi pribadi yang tinggi. Setiap kali kami merasa bahwa kami telah berjalan cukup jauh kami melihat keatas dan ternyata puncak dari Gunung Slamet ternyata masih jauh. Kami menyemangati satu sama lain, kami memotivasi satu sama lain. Karena kami tidak ingin ada yang tertinggal dan putus asa. Matahari sedikit demi sedikit sudah menampakkan cahayanya kemudian dibarengi dengan adzan subuh yang berkumandang. Hal itu terus memotivasi kami. Karena tujuan kami adalah mencapai puncak ketika sunrise.

Ketika sudah mendekati puncak dan semangat kami sudah mulai pudar, kami ingat akan motivasi pribadi kami dan mengapa kami melakukan pendakian ini. Kami terus berdoa dan memotivasi diri kami dan yang lain. Walaupun langkah yang sedikit demi sedikit, meskipun bebatuan yang tajam dan udara yang luar biasa dingin kami terus melangkah.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan kami semua pada akhirnya tiba di puncak Slamet, ada beberapa yang dari kami begitu tiba di puncak langsung sujud syukur kepada yang Maha Kuasa. Kami bersyukur karena kami semua bisa dengan selamat mencapai puncak Slamet. Begitu tiba di puncak kami menikmati sunrise yang begitu luar biasa indah, yang tidak bisa kami temukan setiap harinya. Kami menikmati setiap detik kami berada di puncak. Lautan awan terhampar luas didepan mata. Terlihat dari jauh Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang berjajar, dan dibelakangnya terlihat samar Gunung Merbabu. Kami menikmati keindahan yang mungkin hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Didalam hati kami bangga sekaligus terharu. Pada akhirnya kami bisa mecapai puncak gunung tertinggi ketiga di pulau Jawa dan gunung tertinggi di Jawa Tengah.





tambahan: ketika kamu berhasil mencapai puncak hal yang teringat bukan hasil dari kamu berhasil tetapi dari proses yang teramat sangat susah untuk mencapainya.