Jumat, 29 November 2013

Syukur

Salam sejahtera.

Selamat pagi, siang, sore atau malam. 
Penyesalan. Satu kata, sepuluh huruf, diawali dengan p dan diakhiri dengan n. Berasal dari kata sesal. Kata penyesalan sangat mempengaruhi kehidupan manusia bukan cuma gue doang. Tidak ada manusia yang tidak hidup dengan penyesalan. Penyesalan berawal ketika manusia tersebut salah dalam mengambil sebuah keputusan, dan dari kesalahan ini penyesalan pun tercipta. Ada yang berhasil keluar dari penyesalan dan ada pula yang hidup karenanya. 

Hidup dalam penyesalan bagaikan hidup dalam lingkaran setan, didalam pikirannya dia akan terus menerus mengulang penyesalan yang dia lakukan tanpa mampu berusaha untuk mengatasinya. Orang yang terlalu lama menyesal adalah orang yang tidak biasa bersyukur. Bersyukurlah karena dengan begitu penyesalan akan semakin lama semakin memudar. Bersyukur karena telah diberi cobaan, karena dengan begitu manusia akan semakin kuat untuk menanggung cobaan yang akan datang. Tuhan memberikan cobaan agar kita selalu bisa bersyukur didalam keadaan apapun. 

Manusia biasa mungkin hanya bersyukur ketika sukacita datang padanya namun hanya manusia luar biasa yang bisa bersyukur walau dalam keadaan duka sekalipun. Memang sesulit apa yang dibayangkan tetapi jangan takut untuk berusaha karena Tuhan akan menopang pundak yang lemah dan lutut yang goyah. Tuhan tidak akan meninggalkan anak-Nya berjalan sendirian didalam gelap, karena cahaya wajah-Nya akan menerangi dia yang kegelapan. Karena Tuhan adalah Lentera Kehidupan.

catatan: bersyukurlah senantiasa, karena bersyukur adalah nyanyian terindah di surga

Kamis, 03 Oktober 2013

Pendakian Pertama

Pendakian pertama Gunung Slamet.

Tepat hari jumat minggu pertama dimulai perkuliahan teman-teman satu kelas berangkat menuju Purbalingga, setelah tengah hari. Hari itu semua tampak bersemangat. Ketika semua barang sudah dipersiapkan sekitar jam 14.00 semua bergegas pergi menuju Purbalingga menggunakan sepeda motor. Setelah sekitar 2 jam perjalanan, tibalah di basecamp Bambangan. Setelah melakukan registrasi kepada petugas, sekitar jam 16.00 semua mempersiapkan diri untuk pendakian. Tak lupa memanjatkan doa kepada sang Maha Kuasa agar semua selamat sampai ke puncak dan kembali lagi dengan selamat pula. Setelah berdoa dan melakukan beberapa sesi foto, pendakian pun dimulai.

Medan dari basecamp menuju pos 1 sebenarnya terhitung biasa saja (untuk para pendaki) tetapi tidak kepada orang yang baru pertama kali melakukan pendakian. Jalan menanjak diapit oleh ladang para petani. Ladang yang berupa tomat, cabai merah, daun bawang, kol dan lain sebagainya. Belum setengah perjalanan, kami berhenti akibat capai karena belum terbiasa, dalam arti belum terbiasa dengan jalan kaki yang menanjak serta membawa tas carrier untuk persediaan logistik diatas. Setelah merasa cukup istirahat, perjalanan pun dilanjutkan kembali. Kali ini tanahnya agak berpasir sehingga membuat medan menjadi licin.

Setelah sekitar 2 jam berjalan, kurang lebih jam 18.00 sampai di pos 1. Perjalanan pun dihentikan untuk sementara, ada yang solat ada pula yang melemaskan otot untuk perjalanan berikutnya. Setelah istirahat selesai matahari sudah tidak menampakkan cahayanya lagi, oleh karena itu sangat diperlukan penambahan alat berupa senter. Setelah semua persiapan sudah siap, sekitar pukul 19.00 perjalanan dilanjutkan menuju pos 2. Setelah melewati pos 1 medan yang dihadapi samar-samar terlihat akibat kegelapan malam. Yang terlihat hanya pandangan lurus kedepan. Sekeliling nampak hutan yang lebat dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Sebenarnya aura mistis sudah menghinggapi semua orang. Semuanya tak lupa untuk memanjatkan doa supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa kali perjalanan berhenti karena ada beberapa orang yang merasa capai. Setelah berjalan kurang lebih sekitar 1 jam sampai lah di pos 2. Ada beberapa orang yang camp di pos 2 karena mungkin sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.00 oleh karena itu perjalanan dilanjutkan demi untuk mempersingkat waktu. Target awal adalah kita melakukan camp di pos 5 tetapi karena berjalan santai dan terlalu banyak istirahat oleh karena itu diputuskan untuk malam itu kita melakukan camp di pos 3. Waktu menunjukkan pukul 21.00 dan tibalah di pos 3, semuanya pun bergegas mengeluarkan berbagai macam peralatan untuk camp dan makan malam. Setelah tenda terpasang dan semuanya telah makan maka diputuskan untuk segera beristirahat untuk memulihkan tenaga. Esok paginya ternyata tidak sedikit orang yang tidak bisa tidur karena dingin, tetapi setidaknya kita sudah beristirahat cukup. Semuanya bangun pukul 06.00 ketika itu udara dingin menusuk ke tulang. Oleh karena itu kita pun segera membuat sarapan supaya tidak ada yang sakit nantinya. Setelah sarapan dan merapikan tenda jam 09.00 kita semua melanjutkan perjalanan kembali. Belum 5 menit berjalan kita semua berhenti karena ada yang capai. Demi mempersingkat waktu kita tak lagi berjalan santai. Tetapi apabila ada yang capai harus memberitahu kepada sweeper di belakang.

Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 memakan waktu setengah jam perjalanan normal dan 1 jam perjalanan santai. Sekitar pukul 10.00 kita semua sampai di pos 4. Di pos yang bernama Samarantu ini terkenal angker. Banyak yang bilang untuk jangan melakukan camp di pos ini. Setelah beristirahat cukup rombongan kembali melanjutkan perjalanan, kali ini untuk mencapai pos 5 trek mulai menanjak. Perjalanan dipercepat demi mempersingkat waktu. Sekitar pukul 12.00 rombongan tiba di pos 5. Di pos ini terdapat mata air oleh karena itu kami pun segera mengisi botol kosong yang kami bawa untuk diisi dengan air di pos ini. Walaupun airnya bercampur dengan belerang tetapi tidak menyurutkan niat kami untuk mengisi botol yang kosong. Setelah mengisi air kami pun segera berangkat menuju pos 6. Perjalanan menuju pos 6 berpasir dan menanjak. Oleh karena itu kami pun harus memberi jarak satu sama lain. Karena pasir bisa saja masuk ke mata atau pun hidung.

Perjalanan memakan waktu satu jam untuk menuju pos 6. Setelah istirahat cukup dan berfoto-foto kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Banyak yang berhenti karena capai atau pun kram. Tapi tidak menurunkan semangat kami untuk tetap melanjutkan perjalanan. Dari pos 6 ke pos 7 trek mulai menanjak tidak karuan. Jalannya berpasir dan licin. Tetapi semangat kami tidak luntur, demi untuk mencapai puncak tertinggi di Jawa Tengah.

Setelah perjuangan yang cukup berat dan kaki yang sudah tidak sanggup lagi menahan beban, tibalah kami di pos 7. Di pos ini nantinya kita akan melakukan camp yang kemudian dilanjutkan pendakian ke puncak. Jarum jam menunjukkan pukul 14.00 kami pun mengeluarkan kembali tenda dan peralatan logistik. Setelah tenda terpasang dan makanan sudah matang, kami pun makan siang. Rombongan beristirahat di pos 7 ini, ada yang mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, ada yang sekedar berfoto dan ada yang tidur. Di pos 7 ini terlihat jelas lautan awan membentang di depan. Menjelang sore horison dari puncak Slamet terlihat. Sungguh indah keagungan-Mu Tuhan.

Di sore hari udara semakin menusuk tulang, oleh karena itu banyak yang memakai pakaian double demi untuk menghangatkan tubuh. Atau pun sekedar duduk di dekat api unggun supaya udara menjadi hangat, tetapi kalau sudah tidak dekat dengan api unggun, udara kembali menusuk tulang. Hari berganti malam, kami pun segera membuat makan malam supaya nantinya ketika melakukan pendakian ke puncak kondisi tubuh kami prima. Setelah makan kami pun beristirahat.

Pukul 04.00 kami pun segera bangun. Udara di pos 7 ini luar biasa dingin. Bukan hanya menusuk tulang tetapi sudah menusuk ke jantung, paru-paru, hati dan organ dalam lainnya. Baru pertama kali kami merasakan udara yang sangat dingin. Seperti di pos 3 memang wajar apabila banyak yang tidak bisa tidur karena udara yang luar biasa dingin. Terlebih lagi karena udara di pos 7 lebih ekstrim dibanding pos 3. Kami pun mencoba mengalihkan udara dingin tersebut. Demi untuk mencapai puncak Slamet. Setelah melakukan persiapan kami pun tidak lupa untuk berdoa kepada yang Maha Kuasa agar kami semua bisa mencapai puncak dengan selamat.

Perjalanan pun dimulai, kali ini kami tidak membawa carrier. Carrier kami tinggalkan di pos 7. Setelah berjalan sekitar setengah jam disinilah pendakian yang sesungguhnya dimulai. Kami dihadapkan dengan trek yang luar biasa curam dengan bebatuan vulkanik. Tentu semangat kami tidak pudar, perlahan namun pasti kami mendaki walau dengan terlungkup sekali pun. Belum ada setengah perjalanan kami berhenti karena ada beberapa orang yang tertinggal di belakang. Setelah semua orang sudah lengkap perjalanan dilanjutkan. Dan juga supaya kita tidak lama diam, karena apabila kita semakin lama diam maka udara dingin akan dengan cepat menusuk tulang.

Perjalanan yang bagai tidak ada habisnya kami tempuh dengan semangat dan motivasi pribadi yang tinggi. Setiap kali kami merasa bahwa kami telah berjalan cukup jauh kami melihat keatas dan ternyata puncak dari Gunung Slamet ternyata masih jauh. Kami menyemangati satu sama lain, kami memotivasi satu sama lain. Karena kami tidak ingin ada yang tertinggal dan putus asa. Matahari sedikit demi sedikit sudah menampakkan cahayanya kemudian dibarengi dengan adzan subuh yang berkumandang. Hal itu terus memotivasi kami. Karena tujuan kami adalah mencapai puncak ketika sunrise.

Ketika sudah mendekati puncak dan semangat kami sudah mulai pudar, kami ingat akan motivasi pribadi kami dan mengapa kami melakukan pendakian ini. Kami terus berdoa dan memotivasi diri kami dan yang lain. Walaupun langkah yang sedikit demi sedikit, meskipun bebatuan yang tajam dan udara yang luar biasa dingin kami terus melangkah.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan kami semua pada akhirnya tiba di puncak Slamet, ada beberapa yang dari kami begitu tiba di puncak langsung sujud syukur kepada yang Maha Kuasa. Kami bersyukur karena kami semua bisa dengan selamat mencapai puncak Slamet. Begitu tiba di puncak kami menikmati sunrise yang begitu luar biasa indah, yang tidak bisa kami temukan setiap harinya. Kami menikmati setiap detik kami berada di puncak. Lautan awan terhampar luas didepan mata. Terlihat dari jauh Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang berjajar, dan dibelakangnya terlihat samar Gunung Merbabu. Kami menikmati keindahan yang mungkin hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Didalam hati kami bangga sekaligus terharu. Pada akhirnya kami bisa mecapai puncak gunung tertinggi ketiga di pulau Jawa dan gunung tertinggi di Jawa Tengah.





tambahan: ketika kamu berhasil mencapai puncak hal yang teringat bukan hasil dari kamu berhasil tetapi dari proses yang teramat sangat susah untuk mencapainya.

Kamis, 05 September 2013

Ke-kecewa-an

Semua cepat berlalu, ketika timbul rasa kebahagiaan kenapa kebahagiaan tersebut cepat berlalu? Beda ceritanya dengan rasa kekecewaan, ketika kekecewaan muncul kenapa selalu terkenang didalam benak, mengapa kekecewaan tersebut bisa terjadi? Dan apa solusi pasti untuk melupakan rasa kekecewaan tersebut? Setiap orang punya jalan pikirannya masing-masing. Ada yang berlarut-larut dalam kekecewaan yang mendalam, ada yang seketika itu juga bisa melupakan kekecewaan tersebut. Kekecewaan bisa timbul dalam ruang lingkup individu maupun sosial. Timbulnya rasa kekecewaan bisa berdampak pada penurunan semangat, percaya diri, keseimbangan diri, kontrol diri, prinsip hidup dll.

Kekecewaan bisa terjadi dari diri sendiri maupun dari orang lain. Banyak aspek yang mendasari mengapa kekecewaan tersebut bisa terjadi. Pada dasarnya remaja masa kini seringkali menerima kekecewaan dari aspek asmara. Itu sebenarnya kekecewaan yang sia-sia. Tidak perlu disesali dan tidak perlu untuk diangkat ke permukaan, biarlah kekecewaan itu hilang sendiri seiring berjalannya waktu. Tidak perlu dengan cara yang berlebihan untuk bisa menghilangkan kekecewaan tersebut. Cukup bercermin didepan kaca dan berbicara dalam hati "Hidup itu masih panjang, nikmatilah". Ada pepatah nakal mengatakan hidup itu seperti angka 69, nikmatilah karena sesungguhnya memang nikmat.

tambahan: jangan terlalu sering membuat orang kecewa apabila tidak ingin dikecewakan.

Kamis, 08 Agustus 2013

Kenapa hanya dia?

Kenapa hanya dia yang ada didalam pikiranku sekarang?
Kenapa hanya dia yang ada didalam mimpiku tadi malam?
Kenapa hanya dia yang setiap kali aku memandang langit selalu wajahnya yang terlihat?

Kenapa hanya dia yang selalu ingin aku perhatikan?
Kenapa hanya dia yang selalu ingin aku pikirkan?
Kenapa hanya dia yang selalu mengganggu tidurku setiap malam?

Kenapa hanya dia yang membuatku rela menunggu dalam jangka waktu yang tak pasti?
Kenapa hanya dia yang selalu membuatku tersenyum ketika mendengar suaranya?
Kenapa hanya dia yang selalu membuatku tertawa ketika dia tertawa?

Kenapa hanya dia yang selalu membuatku penasaran setiap harinya?
Kenapa hanya dia yang ketika kita berbicara, aku pasti tidak berani menatap matanya?
Kenapa hanya dia yang ketika kita berbicara, cara berbicaraku pasti terbata-bata?

Kenapa hanya dia yang selalu mengalihkan pandanganku?
Kenapa hanya dia yang selalu ada didalam doaku?
Kenapa hanya dia yang selalu membuatku khawatir setiap saat?

Kenapa hanya dia yang membuatku tak bisa marah padanya?
Kenapa hanya dia yang selalu membuatku tersenyum setiap hari?
Kenapa hanya dia yang selalu membuatku tertawa setiap hari?

Kenapa hanya dia yang selalu menarik perhatianku?
Kenapa hanya dia yang selalu terbayang?
Kenapa hanya dia?

Sabtu, 20 Juli 2013

Tak tersentuh

Semua terlihat. Jelas terlihat. Tetapi tidak dapat tersentuh. Seperti pelangi yang turun dikala hujan reda. Pelangi yang begitu setia dengan hujan. Ketika hujan pergi, barulah pelangi menyombongkan diri. Tetapi ketika hujan menangis dengan lebat, kemana pelangi bersembunyi? Apakah itu yang dinamakan kesetiaan? Kamu itu pelangi. Pelangi yang menghias langit biru tetapi kemudian hilang seiring dengan waktu.

Waktu yang berjalan dengan perlahan tetapi juga sombong. Sombong akan kekuasaan, sombong akan kemampuan, dan sombong akan kemapanan. Waktu yang mengendalikan, waktu yang menentukan. Waktu hanya maju kedepan tidak pernah kebelakang, karena waktu tahu berjalan kebelakang hanya akan menjadi sia-sia. Waktu tidak pernah mengenal belas kasih. Seperti algojo yang tanpa ampun menghukum orang yang terpidana mati.

Karena waktu tidak pernah diputar kembali, kemudian lahirlah sebuah perasaan yang dinamakan penyesalan. Penyesalan datang dari kekejaman waktu. Waktu yang tidak tahu malu dan waktu yang malu untuk tahu. Waktu tidak pernah minta untuk ditanya. Karena sesungguhnya waktu lah yang akan menjawab. Menjawab semua hal tentang rasionalisasi. Menjawab semua hal tentang kemunafikan. Tetapi jangan mau dikekang oleh waktu. Kendalikan waktu, kendalikan dunia.

Jumat, 12 Juli 2013

Cinta yang agung

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'..

Apabila cinta tidak berhasil
..Bebaskan dirimu..
Biarkan hatimu melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi..

Ingatlah..bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tapi..ketika cinta itu mati..
kamu tidak pelrlu mati bersamanya

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh..

Salah satu puisi terkenal karya Kahlil Gibran ini menurut gue punya arti dan makna yang amat sangat kuat. Dari judulnya aja udah menggambarkan bagaimana seorang Kahlil Gibran dalam menciptakan sebuah puisi. Gue mau membahas sedikit tentang puisi ini. Maksud gue, biar gue juga ada kerjaan. Daripada gabut mikirin nilai sama gabut mikirin persiapan buat ospek. 

Gue suka dari bait pertama sampe bait ketiga. Itu menggambarkan bagaimana sebenarnya cinta yang agung itu sendiri. Bait pertama, ketika lo sedih dan menderita, sampe meneteskan air mata, lo masih bisa peduli sama dia, yang walaupun sebenernya dia belum tentu peduli sama lo. Ibaratnya dari keadaan lo yang kacau itu, lo rela buat mikirin orang lain, apalagi sampe peduli sama dia. 

Terus ketika dia udah gak peduli lagi sama lo, tapi lo masih nunggu dia dengan setia. Emang kalo di jaman sekarang ini, itu hal yang gak berguna. Tapi menurut seorang Kahlil Gibran, hal itu disebut agung. Mencintai seseorang dengan agung. Jaman Kahlil Gibran sama jaman yang udah serba modern ini emang beda jauh. Mulai dari pemikirannya, persepsinya sampe ke bagaimana cara orang mencintai orang lain. 

Tapi kesetiaan itu gak bisa dibeli dengan mata uang manapun, sama kayak kejujuran. Kesetiaan itu mahal harganya. Kesetiaan itu bukan diukur dari berapa lama lo sanggup untuk mencintai orang itu, tapi kesetiaan itu diukur dari ketika dia udah gak peduli lagi sama lo, apakah lo sanggup untuk menunggu dia dengan setia? Sampe pada akhirnya orang itu mau balik lagi sama lo dan peduli lagi sama lo. 

Kesetiaan itu juga diukur dari bagaimana lo menghadapi masalah yang ada di depan lo berdua dengan dia, sanggup untuk terus menemani dia dikala suka maupun duka. Berusaha untuk tetap tersenyum supaya untuk membuat dia merasa bahwa senyuman lo itu bisa meringankan semua masalahnya. Mungkin itu yang disebut dengan kesetiaan yang agung. Mungkin juga engga..

Di bait yang ketiga ini, gue rasa semua udah jelas. Gak ada yang perlu di jelasin lagi. Tapi bakalan gue tambahin dikit. Dikit doang. Kata-kata di bait ketiga ini untuk sebagian orang pasti menilai kalo kata-kata ini omong kosong. Tapi Kahlil Gibran merangkai sebuah kata pasti bukan tanpa alasan. Gue emang gak kenal sama beliau. Pernah ketemu sama orangnya aja belom. Buat bilang 'hai' aja juga belom pernah. Tapi gue yakin kalo di balik kata-kata beliau pasti ada maksud didalamnya. 

Inti dari bait ketiga ini adalah tentang mengikhlaskan orang yang lo cintai berada dipelukan orang lain. Sebenernya intinya cuma itu, ikhlas. Apakah lo ikhlas melihat orang yang pernah lo cintai berdua sama orang lain? Apakah lo ikhlas melihat orang yang pernah lo cintai pegangan tangan sama orang lain? Apakah lo ikhlas melihat orang yang pernah lo cintai berbagi kasih sama orang lain? Kalo lo bener-bener ikhlas dan merelakan dia untuk orang lain, pada akhirnya lo akan bilang kayak gini ke dia. 'Gue turut berbahagia buat lo, semoga lo bahagia sama dia' pake emote senyum dibelakang kata. Sekian

tambahan: jangan terlalu mencintai orang lain kalo gak mau jatuh ke dalam penderitaan yang mendalam, cukup mencintai orang itu dengan sederhana, supaya bisa merelakan dia pergi dengan senyuman.

Sabtu, 20 April 2013

Canggung

Entah kenapa hari ini gue pengen nulis sesuatu di blog. Gak tau karena stress mikirin UTS atau stress karena status. Ya, status. Jomblo. Apa perlu gue perjelas? Kadang punya -apa yang orang biasa bilang- pacar, ada enaknya dan ada kurang enaknya. Kenapa gue bilang kurang enak? Kenapa gak "gak enak"? Karena orang pacaran itu emang enak. Semua juga tau. Jadi ngapain gue tulis.

Awkward. Emang. Tapi pendapat gue tentang pacaran yg enak itu ternyata cuma ada di love story drama korea. Pacaran itu gak enak. Bayangan tentang saling mencintai; saling menghargai; saling mempercayai satu sama lain; saling melindungi; saling silang dan banyak lagi, itu cuma khayalan bocah ababil belaka. Semua ada waktunya. Gak semua orang akan terus menerus merasakan hal yang sama setiap hari. Pacaran gak harus selalu ketemu, pacaran gak harus selalu makan bareng, pacaran gak harus selalu pacaran. Dalam suatu hubungan butuh yang namanya jeda. Hidup masing-masing untuk sementara. Kecuali kalo orang itu udah nikah. Itu beda urusannya, jadi gak akan gue bahas. Lagipula gue gak punya pengalaman nikah jadi gue gak tau. Gue juga sebenernya gak punya begitu banyak pengalaman tentang pacaran. Terus buat apa gue posting tentang pacaran? Gue juga bingung. Sekian.